selamat malam

Berhenti berharap mulailah membenci

     


    Lempar setiap ketidak mungkinan dengan tawa dan kegembiraan, lupaka setiap luka hari ini, pastikan semuanya terbakar dengan api hingga tak satupun yang kau ingat. Jadikan kegairahanmu menjelma jadi detak jantung yang berulang-ulang. Lampaui dirimu hari ini karena mereka sama sekali tidak pernah peduli dengan dirimu, berharap pada mereka adalah sebuah jalan menuju kecanduan buruk, mari kita benci setiap hal selain mencintai diri sendiri, jangan ajak siapapun, orang yang kau anggap teman suatu saat nanti akan pergi meninggalkan mu entah itu karna mereka pergi untuk menemui kekasihnya atau bertemu dengan teman baru maka bencilah ia juga, pacarmu juga harus kau perlakukan sama, jika suatu saat nanti ia bertemu dengan orang yang lebih menarik darimu maka ia juga akan meninggalkan mu entah itu karna kamu hanyalah bagian level yang paling subtil baginya dari hal yang ingin dia capai dan setelah tercapai maka selesailah semuanya, maka bencilah ia juga.
    
    Begitu juga dengan orang yang kau anggap keluarga, sekali lagi "yang kau anggap", atau segala macam kata gantinya, mereka hanya kadang menjadi pembatas terhadap apa yang akan kamu lakukan maka jika demikian cobalah berlari sejauh mungkin dari jangkauan mereka dan buatlah dirimu sebebas mungkin, lakukan apapun yang membuatmu bisa tertawa dengan lepas tanpa alkohol dan tembakau racikanmu yang kau gulung sendiri, lakukan dengan cepat dan setiap saat. 

     Alangkah suramnya kehidupan ini jika kekangan dan kelemahan naik daun dan menjadi alasan dari peperangan yang kau ciptakan sendiri. Seret majikanmu yang bengis itu sewaktu ia memperlakukanmu layaknya hewan ternak, lalu beri ia perintah untuk melepas ikatannya padamu, lalu seret ia ketempat penghakiman dan bunuh setiap kekangaan yang pernah ia hadirkan padamu. Terpaksa, jikalau logika yang mereka pakai sudah membusuk, maka cara menghentikan pembunuh adalah dengan cara membunuh.

   Ambil palu godam dan pukul setia mulut yang mengkhotbakan kebodohan padamu lalu cuci kepala mereka dengan sabun colek gocengan, serta sumbat mulut mereka dengan kain usang yang kamu kenakan dua hari lalu dan mulailah berbisik tiap sajak pada telinga mereka yang tersumbat "tuan dan puan kalian membuang waktu". 

    Berjalanlah menuju sekertariat lembaga kampusmu lalu bakar tempat itu dengan korek yang kau curi dari tukang parkir kampusmu, bakar setiap property yang ada disana jangan biarkan tersisa satupun lalu berdirilah didepan kobaran api sambil pelorotkan celanamu didepan senior-senior bajingan yang telah membelai selangkanganmu dengan omong kosong mereka. Tampar saja pipi mereka dengan sepatu dokmar yang kau beli pekan kemarin, lemparkan sedikit senyum palsu dan acungkan jari tengah kepada mereka dan pergilah dari sana sambil menghisap tembakau mu yang terselip diantara rambut dan telingamu.

    Setelah itu pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah menengok kembali kobaran api itu atau berusaha menjabat tangan teman dan kekasihmu yang telah memenjarakanmu itu, pergilah sayang, gapai setiap ketidakmungkinan itu.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebetulan hujan

Hantu-hantu bergentayangan di kampus!!!

Sejenak Di Bangku Pojok