selamat malam
Berhenti berharap mulailah membenci
Alangkah suramnya kehidupan ini jika kekangan dan kelemahan naik daun dan menjadi alasan dari peperangan yang kau ciptakan sendiri. Seret majikanmu yang bengis itu sewaktu ia memperlakukanmu layaknya hewan ternak, lalu beri ia perintah untuk melepas ikatannya padamu, lalu seret ia ketempat penghakiman dan bunuh setiap kekangaan yang pernah ia hadirkan padamu. Terpaksa, jikalau logika yang mereka pakai sudah membusuk, maka cara menghentikan pembunuh adalah dengan cara membunuh.
Ambil palu godam dan pukul setia mulut yang mengkhotbakan kebodohan padamu lalu cuci kepala mereka dengan sabun colek gocengan, serta sumbat mulut mereka dengan kain usang yang kamu kenakan dua hari lalu dan mulailah berbisik tiap sajak pada telinga mereka yang tersumbat "tuan dan puan kalian membuang waktu".
Berjalanlah menuju sekertariat lembaga kampusmu lalu bakar tempat itu dengan korek yang kau curi dari tukang parkir kampusmu, bakar setiap property yang ada disana jangan biarkan tersisa satupun lalu berdirilah didepan kobaran api sambil pelorotkan celanamu didepan senior-senior bajingan yang telah membelai selangkanganmu dengan omong kosong mereka. Tampar saja pipi mereka dengan sepatu dokmar yang kau beli pekan kemarin, lemparkan sedikit senyum palsu dan acungkan jari tengah kepada mereka dan pergilah dari sana sambil menghisap tembakau mu yang terselip diantara rambut dan telingamu.
Setelah itu pergilah sejauh mungkin dan jangan pernah menengok kembali kobaran api itu atau berusaha menjabat tangan teman dan kekasihmu yang telah memenjarakanmu itu, pergilah sayang, gapai setiap ketidakmungkinan itu.

Komentar
Posting Komentar